Studi Google mengenai tingkah laku pengguna smartphone Indonesia

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Nov 17, 2015.

Discuss Studi Google mengenai tingkah laku pengguna smartphone Indonesia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,761
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Bekerja sama dengan perusahaan riset pasar TNS, Google baru-baru ini mengumumkan hasil studi mengenai tingkah laku pengguna smartphone di delapan negara di Asia Pasifik, yaitu Indonesia, India, Jepang, Australia, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, & Singapura.

    Melalui survei yg melibatkan 1.000 responden di negara-negara tersebut, terungkap beberapa fakta menarik mengenai tingkah laku pengguna smartphone. Berikut adalah beberapa penemuan pentingnya:
    Penetrasi smartphone & jumlah aplikasi yg ada di dalamnya
    [​IMG]

    Berdasarkan hasil studi tersebut, penetrasi smartphone paling tinggi terjadi di Singapura sebesar 88 persen, yg disusul oleh Korea Selatan sebanyak 83 persen & Hong Kong 83 persen. Sedangkan di Indonesia, penetrasi smartphone baru mencapai 43 persen saja.

    Dari jumlah penetrasi smartphone tersebut, rata-rata pengguna smartphone di Korea Selatan memasang sekitar 57 aplikasi pada smartphone mereka & membuat negara ini menempati posisi puncak. Posisi Korea Selatan tersebut disusul oleh Singapura & Hong Kong. Sedangkan Indonesia berada di urutan akhir dengan rata-rata 31 aplikasi yg terpasang pada smartphone.
    Kategori aplikasi populer
    [​IMG]

    Hasil riset tersebut juga mengungkapkan terdapat tiga kategori aplikasi yg paling sering digunakan sehari-hari di setiap negara. Pertama adalah aplikasi yg berhubungan dengan aktivitas media sosial. Kedua adalah aplikasi chatting, seperti WhatsApp, WeChat, & Line. Ketiga adalah aplikasi baca berita & mesin pencari.

    Berdasarkan hasil studi tersebut, kategori yg paling laris di Indonesia adalah aplikasi media sosial (seperti Facebook, Twitter, / Path), disusul oleh aplikasi chatting & aplikasi mesin pencari.
    Daya beli aplikasi tinggi
    [​IMG]

    Sedangkan untuk aplikasi berbayar, kategori yg paling laris sedikit berubah, dari yg sebelumnya adalah aplikasi media sosial, menjadi game yg berada di posisi puncak. Hal tersebut juga didukung oleh hasil studi yg dilakukan App Annie, yg mana pengguna tidak keberatan untuk membeli game populer / memberi konten-konten berbayar di dalamnya (IAP).

    Di Indonesia sendiri, jumlah pengguna berbayar terbilang tinggi dibandingkan negara-negara lain. Jumlah pengguna yg membeli IAP pada aplikasi gratis mencapai 49 persen & mencapai 28 persen pada aplikasi berbayar.

    Baca juga: GFK: Feature Phone Makin Tergerus, Aplikasi Gratis Masih Merajai

    Meski hasil studi tersebut bukan berarti 100 persen akurat, setidaknya sudah bisa menjadi gambaran tentang tingkah laku pengguna smartphone di Asia Pasifik, khususnya Indonesia.

    (Diedit oleh Lina Noviandari)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page