Swiss Leaks Gemparkan Instansi Perbankan

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Feb 18, 2015.

Discuss Swiss Leaks Gemparkan Instansi Perbankan in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,687
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Swiss Leaks Gemparkan Instansi Perbankan

    Swiss Leaks adalah sebutan dari para jurnalis yg tergabung dalam International Consortium of Investigative Journalism (ICIJ). Mereka adalah jurnalis yg berasal dari 45 negara di mana mereka mempunyai satu tujuan yaitu membongkar penipuan & penghindaran pajak (tax fraud and evasion) yg dilakukan oleh bank swasta terbesar di dunia yaitu HSBC. Berdasarkan hasil laporan investigasi dari para jurnalisme tersebut, data akun bank yg bocor ke publik tersebut menyatakan bahwa HSBC mengelola sejumlah akun yg terdiri dari kriminal, penyelundup, pengemplang pajak, politisi & selebritis. Swiss Leaks sangat mirip dengan kebocoran data yg dialami oleh NSA beberapa waktu yg lalu.

    Data tersebut pertama kali dibocorkan oleh Herve Falciani, staf TI dari HSBC yg berada di Swiss. Herve menyerahkan data pada pihak otoritas Perancis pada tahun 2008 yg lalu. Data sebanyak 100GB tersebut diyakini memiliki konten rahasia pengguna akun HSBC yg menyimpan sejumlah uangnya di Swiss untuk menghindari pajak. Hasil temuan tersebut sungguh mengagetkan. HSBC dengan agresif memasarkan sebuah alat pada sejumlah klien mereka yg notabene adalah orang kaya, untuk menghindari pajak sebagai bagian dari perjanjian antara negara Swiss dengan Uni Eropa.

    Berdasarkan perjanjian yg ditandatangani tahun 2003, warga negara Eropa boleh membawa uang sejumlah miliaran Euro dengan akun anonimus ke negara Swiss. Sebagai balasan diperbolehkannya para miliuner membawa sejumlah uang ke Swiss dengan rahasia, bank yg ada di Swiss termasuk HSBC boleh mengumpulkan sejumlah uang dari mereka. Metode penyimpanan ini hanya memperbolehkan uang disimpan atas nama pribadi bukan perusahaan. Dengan membayar sejumlah kompensasi pada bank, klien akan menikmati kenikmatan bebas pajak yg tidak akan mengganggu uang mereka.

    Lembaga ICIJ membutuhkan waktu enam tahun untuk mempublikasikan hasil investigasi mereka. Kasus Swiss Leaks ini membuat heboh banya negara & menggemparkan dunia perbankan dunia. Pemerintah India secara resmi meminta Herve untuk memberikan sejumlah data tentang warga India yg menyimpan uangnya di HSBC Swiss. Mereka berani membayar sejumlah uang pada Herve untuk memberikan data yg otentik. Pada hari Senin, (15/2/15), pemerintah India mengeluarkan data bahwa sekitar 1.195 warga India terdaftar sebagai klien HSBC Swiss. Mereka pun berniat untuk melakukan tindakan hukum pada warganya yg mengemplang pajak.

    Tidak hanya pemerintah India, Kanada pun bereaksi keras terkait Swiss Leaks ini. Pemerintah Kanada & Quebec mengaku berhasil menghimpun uang sebanyak 63 juta dolar AS dari uang hasil penghindaran pajak tersebut. Herve pertama kali menyerahkan laporannya pada media Perancis, Le Monde. Setelah itu Herve bertemu empat mata dengan pemerintah Perancis untuk menindaklanjuti laporannya. Pihak HSBC sendiri sudah menuntut secara hukum pada Herve dengan tuduhan telah mencuri data rahasia milik perusahaan & berniat menjualnya pada bank di Lebanon. Di satu sisi, hingga saat ini belum ada petinggi HSBC yg menjadi tersangka. Padahal HSBC sendiri sudah melanggar UU Anti Pencucian Uang & penipuan pajak.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenSwiss Leaks Gemparkan Instansi Perbankan diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page