Teknologi agrikultur kesempatan besar Asia Tenggara?

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Sep 18, 2015.

Discuss Teknologi agrikultur kesempatan besar Asia Tenggara? in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,760
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Agrikultur adalah sebuah bidang yg cukup rumit bagi perusahaan teknologi. Di tahun 2014, biaya yg diinvestasikan di teknologi agrikultur adalah $2,36 miliar (sekitar Rp33 triliun) secara global. Berdasarkan laporan terbaru dari situs crowdfunding teknologi agrikultur AgFunder, angka ini setara dengan sektor seperti teknologi finansial (fintech), & lebih besar daripada teknologi kebersihan (clean tech).

    Meski begitu, potensinya terbilang baru masuk sampai tahap awal. Laporan AgFunder untuk pertengahan tahun 2015 mengatakan bahwa investasi di teknologi agrikultur sudah mencapai angka $2,06 miliar (sekitar Rp29 triliun) secara global.

    Dalam laporan tersebut, AgFunder mendefinisikan teknologi agrikultur secara luas, meliputi perusahaan yg berurusan langsung dengan panen tanaman & organisme hidup yg menghasilkan makanan, bahan bakar alam, zat kimia, obat-obatan, & bahan-bahan lainnya. Selain itu, teknologi agrikultur ini juga meliputi perusahaan di bagian agrikultur lain seperti pemrosesan, transportasi, & layanan retail.

    Bagian yg paling banyak menerima investasi sampai pertengahan tahun ini adalah startup e-commerce bahan pangan. Area yg paling populer berikutnya adalah startup yg berhubungan dengan air. Ketiga adalah agrikultur presisi — istilah yg menggabungkan big data dari drone, satelit, sensor, & perangkat pintar lainnya, dengan tujuan membantu petani untuk membuat keputusan yg lebih cerdas.
    Melewati Cina & India
    Perusahaan Cina & India mendapat jumlah investasi yg cukup signifikan di bidang agrikultur. Tiga perusahaan China, XAicraft (drone), Yummy77, & fruitday (keduanya adalah situs e-commerce panen segar), ada di daftar 20 perusahaan dengan investasi terbesar di tahun 2014. Startup peramal cuaca asal India Skymet juga hampir masuk ke daftar tersebut.
    [​IMG]20 negara dengan investasi terbesar di industri teknologi agrikultur (dalam juta dolar). Sumber: Laporan AgTech tahun 2014

    Rob Leclerc, Co-Founder & CEO AgFunder, mengatakan bahwa dia sejauh ini hanya memperhatikan satu perusahaan teknologi Agrikultur di Asia Tenggara: startup delivery bahan makanan HappyFresh. Perusahaan ini mendapatkan investasi pra-seri A dalam jumlah yg dirahasiakan di awal tahun ini, & baru-baru ini mendapatkan tambahan $12 juta (sekitar Rp172 miliar) dalam investasi seri A-nya.

    Meski begitu, tampaknya pesaing HappyFresh seperti Redmart asal Singapura luput dari pengawasan. Startup asal Singapura ini sudah mendapatkan investasi seri B sejumlah $23 juta (sekitar Rp330 miliar) di tahun 2014 lalu, & harusnya masuk ke dalam daftar 20 investasi terbesar milik AgFunder.
    Startup teknologi agrikultur Asia Tenggara siap memanen ekspansi
    Tidak adanya startup teknologi agrikultur asal Asia Tenggara di dalam laporan dari AgFunder tadi mengindikasikan dua hal: pertama, investor tidak melihat kesempatan yg signifikan di sektor tersebut, mungkin karena pasarnya masih sangat-sangat muda. Kedua, mungkin startup Asia Tenggara tidak mendapat sorotan jika dibandingkan dengan startup Cina & India, & terancam luput dari pengawasan. Kasus ini tampaknya terjadi pada Redmart.

    Tapi bukan berarti sektor agrikultur di Asia Tenggara tidak memiliki potensi / daya tarik yg bisa diambil oleh entrepreneur lokal. Justru sebaliknya. Jika kamu melihat startup yg muncul di negara-negara seperti Indonesia yg menarik perhatian masyarakat & pesaing nasional & internasional, banyak di antaranya adalah startup teknologi agrikultur.

    iGrow tahun lalu memenangkan Tech in Asia Jakarta Arena.
    Di kompetisi pitching Seedstar yg diadakan di Jakarta tahun ini, iGrow adalah salah satu pesertanya, bersama dengan startup teknologi agrikultur presisi 100integrity.

    Perusahaan teknologi agrikultur Indonesia lain yg juga potensial adalah startup teknologi pemberian makan ikan, eFishery. Startup ini memenangkan kompetisi pitching internasional Get in the Ring di tahun 2014 lalu. Perusahaan ini juga mendapatkan investasi pra-seri A di awal bulan ini dalam jumlah yg dirahasiakan.

    Startup teknologi agrikultur lain yg menonjol tapi belum pernah mengikuti kompetisi pitching antara lain Ci-Agriculture dari Indonesia (presisi), Terralogiq dari Indonesia (dashboard pemetaan, pelacak, & pengawasan), & Garuda Robotics dari Singapura (drone & dashboard).

    Bagaimanapun, keberhasilan eFishery adalah indikator kuat bahwa teknologi agrikultur bisa meledak di Asia Tenggara. VC mungkin lebih suka Cina & India karena jumlah populasinya yg besar & industri agrikulturnya yg besar. Meski begitu, jika berurusan dengan industri perikanan & agrikultur global, lima negara Asia Tenggara termasuk dalam 18 penghasil terbesar di dunia (berdasarkan Food and Agriculture Organization PBB).

    Baca juga: Bagaimana Menemukan Startup Unicorn Asia Berikutnya

    Kondisi ini seharusnya memotivasi stakeholder untuk mencari tahu lebih dalam mengenai teknologi agrikultur di Asia Tenggara. Kesempatan besar yg belum disentuh bisa saja menanti mereka.

    (Diterjemahkan oleh Yasser Paragian & diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page