TelkomTelstra bidik B2B Indonesia

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Nov 27, 2015.

Discuss TelkomTelstra bidik B2B Indonesia in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,760
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Di gelaran Tech in Asia Jakarta 2015 yg lalu, beberapa tokoh menyebut bahwa pemain di ranah Business to Consumer (B2C) sudah mulai dipenuhi oleh pemain besar. Sedangkan di ranah Business to Business (B2B) masih sangat jarang pemain yg berkecimpung & keuntungan yg ditawarkan pun lebih besar dibandingkan ranah B2C.

    Melirik potensi ini, TelkomTelstra melakukan strategi serupa di ranah B2B. Perlu diketahui bahwa perusahaan baru ini terbentuk dari joint venture antara Telkom Indonesia dengan Telstra, perusahaan penyedia solusi end-to-end bagi korporat asal Australia sejak awal 2013.

    Berawal dari kesepakatan awal tersebut, akhirnya 18 bulan setelahnya layanan TelkomTelstra resmi dikenalkan di dalam negeri. Sebagai tambahan informasi, TelkomTelstra menunjuk Erik Meijer sebagai CEO per 1 Desember 2015 mendatang.
    Perlunya edukasi cloud security
    Sri Safitri, Chief Marketing Officer TelkomTelstra menyebut bahwa masih banyak celah keamanan di perusahaan yg rentan dengan peretasan, karenanya ia menyebut kehadiran penyedia solusi end-to-end bagi korporat sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan data keseluruhan proses di dalamnya. Ini pula yg menjadi alasan layanan dari hadirnya TelkomTelstra. Sayangnya Sri enggan untuk menyebut besarnya angka investasi untuk bisnis ini.

    Tim awal di dalamnya pun hanya lima orang, namun seiring dengan pertumbuhan bisnis, kini terdapat 75 orang yg berada di TelkomTelstra Indonesia.

    Dalam operasinya, TelkomTelstra menawarkan beberapa layanan utama, yakni Managed Network Service (MNS), SaaS, Cloud Services, & Security Services. Ia menyebut bahwa perusahaan ini baru mulai beroperasi sejak Agustus 2015 & telah menangani sekitar 250 lokasi. Kategori korporat yg menjadi konsumen mereka pun beragam, mulai dari perbankan, logistik, edukasi, & lainnya.

    Strategi bisnis yg dilakukan pun terdiri dari bisnis tim dari Telkom & dari Telstra yg menyasar korporat potensial. Cara marketing lainnya yg ditempuh adalah melalui channel digital, seperti situs resmi & media sosial. Metode tersebut diklaim efektif untuk mengenalkan layanan yg ditawarkan ke pasar.
    Tantangan keamanan data
    Lebih lanjut, Sri menyebut bahwa dalam menyediakan layanan tersebut, perusahaan terbentur dengan sumber daya manusia yg mumpuni. Diakuinya, belum banyak tenaga lokal yg memahami seluk beluk cloud.

    Di sisi lain, perusahaan lokal belum banyak melirik IT sebagai solusi efektivitas & meminimalisir biaya saat ada masalah yg dihadapi. Untuk menghadapi hal ini, TelkomTelstra masih harus mengedukasi klien potensial tentang manfaat cloud service.

    Tim juga sadar sudah terdapat beberapa kompetitor yg juga menawarkan layanan serupa. Salah satu pemain lainnya di ranah cloud service adalah Ansvia milik Djarum Group. Sri menekankan bahwa poin utama yg ditawarkan TelkomTelstra adalah kelengkapan solusi bagi kebutuhan tiap korporat.

    Baca juga: Membangun Infrastruktur Startup yg Simpel & Scalable dengan CloudAda tiga kategori layanan yg diberikan, yakni Gold, Silver, & Bronze. Perbedaan utama yg menonjol adalah waktu dari penyelesaian masalah yg dihadapi oleh klien, mulai dari empat jam penyelesaian untuk Gold, & satu hari kerja untuk paket Bronze.

    Masalah harga, Sri enggan menyebutkan detail maupun kisaran harga yg harus disiapkan klien. Ia hanya menyebut bahwa besarnya biaya yg harus dikeluarkan tergantung dari kustomisasi layanan yg dibutuhkan oleh korporat.
    Sediakan real-time space bagi konsumen
    [​IMG]

    Salah satu keunikan dari kantor TelkomTelstra adalah tersedianya ruangan bagi para konsumen untuk mengetahui layanan yg disediakan secara interaktif. Konsumen bisa merasakan layanan mulai layaknya di rumah, transportasi, kafe,hingga kantor dengan desain menarik.

    Di dalam ruangan tersebut, akan disediakan simulasi layanan solusi yg ditawarkan untuk setiap kebutuhan korporat. Dan di akhir dari perjalanan di simulasi tersebut, konsumen akan disediakan profil lengkap dari TelkomTelstra beserta tim yg selalu dapat dihubungi 24/7.

    Ketika ditanya mengenai target, di tahun 2016, TelkomTelstra ingin menambah rangkaian layanan baru, mengembangkan fungsi cloud yg lebih dapat dimanfaatkan untuk startup, & lebih fokus untuk mengedepankan keamanan yg terintegrasi bagi korporat dalam negeri.

    Selain korporat, beberapa startup di Indonesia juga telah menawarkan layanan cloud untuk membantu mengembangkan bisnis, seperti Kurawal & CrazyHackerz. Namun nampaknya ranah B2B masih menjanjikan untuk dimasuki seiring dengan perkembangan teknologi yg dibutuhkan. Menurut kamu, layanan apalagi yg dibutuhkan untuk B2B?

    (Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page