Tugas Berat Di Sektor Asuransi

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Mar 24, 2015.

Discuss Tugas Berat Di Sektor Asuransi in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    17,117
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Tugas Berat Di Sektor Asuransi

    Pekerjaan rumah yg berat masih menanti bagi praktisi keamanan informasi di sektor asuransi. Satu bulan setelah Sony Pictures diretas, industri asuransi AS diguncang dengan bobolnya sistem keamanan Anthem. Perusahaan tersebut memiliki jumlah pelanggan yg tidak sedikit & Anthem pun adalah perusahaan asuransi terbesar nomor dua terbesar di AS. Tidak tanggung-tanggung, 80 juta akun nasabah Anthem berhasil dicuri oleh penjahat siber & para nasabah pun terancam risiko fraud. Bulan selesai masalah Anthem, awal Maret lalu Premera Blue Cross salah satu asuransi di AS yg memiliki pangsa pasar di Barat Daya terpaksa menanggung nasib yg sama seperti Anthem. Sekitar 11 juta akun nasabahnya terekspos ke publik. Insiden ini menjadi preseden buruk di sektor asuransi.

    Dalam diskusi singkat di sela-sela acara Indonesia CISO Forum kemarin, (23/3/15), Handikin Setiawan, Director Risk and Control Solution dari PwC Indonesia berkenan memberikan sedikit pan&gan pribadinya terkait insiden serangan siber di sektor asuransi. Memang tidak bisa dimungkiri bahwa industri asuransi itu hampir sama dengan perbankan. Mereka memiliki nasabah & bersinggungan langsung dengan perputaran uang, kata Handikin. Hanya saja berdasarkan salah satu survey, teknologi yg digunakan di industri asuransi tertinggal jauh dibandingkan sektor perbankan, tandasnya.

    Saat disinggung mengapa hal itu bisa terjadi padahal kedua sektor tersebut sangat sering bersinggungan, Handikin menjelaskan bahwa perbankan itu memiliki business core yg banyak. Sebenarnya, bisnis utama di asuransi hanya bergerak di satu inti saja, kata Handikin. Tidak aneh jika banyak perusahaan asuransi yg besar pun masih menggunakan teknologi yg lama, lanjutnya. Handikin mencontohkan salah satu kemajuan teknologi di perbankan adalah munculnya internet banking orpun mobile banking. Layanan perbankan yg canggih seperti itu tentu harus dilindungi oleh teknologi yg canggih pula, kata Handikin.

    Tantangan terbesar di industri asuransi adalah bagaimana sektor itu harus mengembangkan sistem aplikasi untuk nasabahnya yg semakin dinamis & bagaimana perusahaan bisa memiliki sistem ketahanan terhadap ancaman keamanan informasi, kata Handikin. Ketika ditanya terkait kemungkinan serangan terjadi & berdampak sistemik di Indonesia, Handikin mengatakan bahwa hal itu bisa saja terjadi. Terlebih lagi, asuransi itu selalu bersinggungan dengan baik. Jika suatu akun asuransi nasabah diretas & berkaitan dengan akun-akun lainnya seperti akun bank, bukan tidak mungkin risiko ini bisa merembet ke mana saja, simpul Handikin.

    Comments
    comments

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenTugas Berat Di Sektor Asuransi diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page