Liga Inggris WAWANCARA Park Ji-Sung: Jangan Main Seperti Saya

Discussion in 'Bola' started by Bola, Mar 29, 2015.

Discuss WAWANCARA Park Ji-Sung: Jangan Main Seperti Saya in the Bola area at Nyit-Nyit.Net

  1. Bola Tebak.Net Journalist

    Messages:
    46,322
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Game:
    Tidak Ada
    Mantan penggawa Manchester United Park Ji-sung kembali mengunjungi Indonesia. Setelah bersama rekan-rekannya tampil melawan Indonesia All Star dalam sebuah pertandingan amal di Jakarta tahun lalu, Ji-sung kali ini menginjakkan kaki di Malang, Jawa Timur.

    Kehadiran Ji-sung di Malang sebagai bagian dari kegiatan Clear Ayo! Indonesia Bisa. Ajang ini merupakan kerjasama Clear dengan United untuk mencari 11 talenta muda Indonesia.

    Di sela-sela kegiatannya, Ji-sung bersedia meluangkan waktu untuk melakukan wawancara yang dihadiri kontributer Goal Indonesia di Malang Asad Arifin. Berikut petikan wawancara pria berusia 34 tahun itu mengenai pandangannya terhadap kesuksesan seorang pesepakbola, maupun pengalamannya ketika memperkuat Setan Merah.

    Ketika Bermain Anda dijuluki pemain dengan tiga paru-paru "Three Lungs Park”, karena determinasi Anda saat bermain. Ada kiat khusus supaya bisa seperti itu?

    Tidak ada tips khusus, itu mungkin hanya kelebihan saya, tapi setiap pemain punya kekuatan yang berbeda. Saya tahu saya punya kelebihan bekerja keras baik ketika bertanding maupun saat berlatih. Jadi, semua bisa sukses jika kita mau bekerja keras.

    Ada resep spesial untuk bisa bermain seperti seorang Park Ji-sung?

    Bermain seperti saya? Jangan menjadi seperti saya. Setiap pemain punya kualitas yang berbeda, harus menjadi dirinya sendiri. Anda harus mencoba bekerja keras untuk menjadi pemain yang lebih baik dibanding yang lain. Anda harus menjadi diri sendiri sesuai karakter Anda. Namun, Anda juga harus mengetahui kekuatan Anda terlebih dahulu.

    Bagaimana dengan pengembangan pemain muda di Korea Selatan?

    Saat ini semua sudah lebih baik. Ada banyak pemain-pemain baru di tim nasional kami, dan ada banyak pemain yang bermain di Eropa. Semua semakin baik. Tidak hanya pemain-pemain nasional, tapi juga perkembangan klub-klub di sana yang semakin profesional.

    Ketika muda, kenapa Anda memilih bermain di J-League dibanding bermain di K-League?

    Karena ketika muda, saya sangat ingin menjadi pemain profesional. Kenapa saya bermain di Jepang? Karena saat itu tidak ada klub K-League yang meminta saya bergabung, hanya ada klub J-League [Kyoto Purple Sanga] yang minta saya bergabung. Karena saya ingin menjadi pemain profesional, tidak ada pilihan lain, saya pergi ke Jepang.

    Anda punya pengalaman yang bagus bermain di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, bagaimana pendapat Anda tentang dia?

    Dia adalah pelatih yang sangat bagus, salah terbaik di dunia. Dia sangat bagus dalam memberikan motivasi, dan membuat pemain mau bekerja keras di lapangan, mengeluarkan 100 persen kemampuannya. Itu sangat sulit sebagai pelatih, hanya ada 11 pemain yang tampil di lapangan, tapi di dalam tim ada 25 sampai 26 pemain, jadi dia harus bisa mengontrol semua. Dia bisa membuat mereka semua tampil dengan bagus, dia bisa kontrol tim, mempersiapkan tim menjelang pertandingan. Dia bisa membuat pemain percaya padanya.

    Apa yang Anda pelajari dari Sir Alex Ferguson?

    Saya dapat pelajaran hebat bersama dia. Dia memberikan saya rasa percaya diri, dia juga membuat saya berani untuk melawan pemain kelas dunia, bermain dengan klub kelas dunia. Saya memiliki pengalaman yang sangat hebat bersamanya, dia membuat saya menjadi lebih baik sebagai pesepakbola.

    Di babak 16 Besar Liga Champions 2009-2010, Anda sukses mematikan pemain AC Milan, Andrea Pirlo. Apa resepnya?

    Saya hanya bermain untuk tim, mencoba untuk bermain sebagai tim, mengikuti apa yang diminta pelatih. Semua pemain harus tampil baik saat melawan pemain sekelas Andrea Pirlo. Tak ada rahasia, hanya mengikuti permintaan pelatih. Ada pemain yang bisa memberikan dampak bagi pertandingan, seperti bertahan, mencetak gol, atau assits. Tapi yang penting Anda harus percaya diri, dan tim melakukan yang diminta manajer.

    Siapakah pemain terbesar yang pernah bermain dengan Anda selama di United?

    Pertanyaan yang sulit. Sulit untuk menyebut satu, di sana ada banyak pemain hebat. Saya rasa Cristiano Ronaldo adalah pemain terbaik di masa itu, dan saya bermain dengannya. Kemudian ada lagi Ryan Giggs dan Paul Scholes, mereka adalah legenda di tim. Mereka membantu saya bermain di Manchester United. Saya tidak bisa sebut satu pemain. Ada juga Ruud Van Nistelrooy, dia juga pemain besar. Semua pemain di sana adalah pemain besar. (gk-57)

    liga inggris musim depan, liga inggris live, jadwal bola liga inggris di tv, WAWANCARA Park Ji-Sung: Jangan Main Seperti Saya
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page