Wendy's Dalami Kasus Kebocoran Data

Discussion in 'Berita Online' started by ON3, Oct 10, 2016.

Discuss Wendy's Dalami Kasus Kebocoran Data in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. ON3 Mahasiswa Journalist

    Messages:
    16,094
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    48
    Berita Internet (IT) N3, yang memberikan informasi terbaru kepada users N3 tentang IT pada khususnya dan lainnya pada umumnya. Wendy's Dalami Kasus Kebocoran Data

    [​IMG]

    Restoran cepat saji Wendy’s kini tengah mendalami kasus kebocoran data yg dimungkinkan terjadi pada sistem point-of-sales (POS) mereka. Bila ternyata terbukti benar, maka Wendy’s adalah industri retail pertama di awal tahun 2016 yg mengalami kebocoran data. Industri retail saat ini terus berupaya membenahi sistem POS mereka karena penjahat siber kini sudah mengincar industri tersebut. Sebelumnya, Target, Dairy Queen & sejumlah industri retail lainnya harus menanggung kerugian finansial & reputasi akibat kasus itu.

    Menurut Bob Bertini, juru bicara Wendy’s menjelaskan bahwa pihak mengindikasikan ada anomali pada sejumlah transaksi data kartu kredit yg digunakan di restorannya. “Pihak kami curiga bahwa ada transaksi mencurigakan pada sejumlah transaksi kartu kredit,” kata Bob. Ia kemudian menambahkan bahwa Wendy’s tidak akan tergesa-gesa untuk melakukan klarifikasi bahwa anomali tersebut adalah indikasi kebocoran data. “Terlalu cepat untuk disimpulkan,” tambahnya.

    Menurut pakar keamanan Brian Krebs, total data kartu kredit yg diindikasi mengalami kebocoran data masih belum pasti. “Satu hal yg pasti adalah masyarakat AS mesti waspada bahwa kejahatan siber yg memanfaatkan sistem POS belum berakhir,” kata pria yg sering menjadi analis ketika ada kasus cyber crime. Krebs menjelaskan juga bahwa Wendy’s mendeteksi ada penggunaan kartu kredit yg tidak lazim & digunakan hampir di banyak tempat. “Kecurigaan itulah yg mendorong perusahaan untuk mendalami anomali itu,” tutur Krebs.

    CTO Bromium Simon Crosby menjelaskan bahwa kasus pencurian data yg memanfaatkan sistem POS sudah sangat lama. “Saking terlalu lama, perusahaan terkesan mengabaikan,” kata Crosby. Ia menuturkan bahwa maraknya serangan pada sistem POS tidak terlepas dari “antiknya” sistem tersebut sehingga sudah sangat jarang untuk dilakukan update. “Padahal meng-update sistem dengan patch terbaru sangatlah penting,” tukasnya.

    Cara pencurian data itu menurutnya hampir serupa. Perbedaannya adalah brand produk yg dipasarkan. “Mereka yg meretas data kartu kredit dari sistem POS menggunakan metode yg hampir sama. Hanya saja perusahaan yg diretas berbeda, mulai dari Target hingga Stapler,” ungkap Crosby. Banyak pakar yg mengatakan bahwa salah satu cara untuk melindungi perusahaan & konsumen adalah mengalihkan kartu kredit berbasis non-EMV menjadi EMV (Europay, Mastercard & Visa). Alasannya adalah kartu berbasis EMV sudah menggunakan teknologi chip sehingga sulit untuk diduplikasi.

    N3 tidak bisa memberikan klarifikasi berita diatas adalah benar 100% karena kontenWendy's Dalami Kasus Kebocoran Data diatas dikutip dari Internet secara gamblang.

    Sumber
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page