Willy Thomas Mengejar Passion Lewat Bunga

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Dec 1, 2015.

Discuss Willy Thomas Mengejar Passion Lewat Bunga in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,757
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Di penghujung bulan November lalu, Tech in Asia Campus Visit kembali mengunjungi Universitas Mercu Buana. Kali ini, para mahasiswa berkesempatan untuk mendapatkan ilmu dari Willy Thomas, Co-Founder dari FlowerAdvisor. E-commerce yg menawarkan bunga & beragam hadiah lainnya ini didirikan pada tahun 2008 oleh seorang pengusaha asal Singapura bernama Adrian Khoo.

    Uniknya, setelah lulus kuliah, Willy Thomas bekerja di FlowerAdvisor. Namun pada tahun 2011, ia membeli saham startup tersebut bersama rekan-rekannya. Bagaimana cerita perjalanan entrepreneur-nya? Simak penuturan lengkapnya.
    Tidak membunuh pasar
    Toko bunga merupakan sebuah model bisnis yg sudah ada sejak dulu, namun teknik penjualannya masih tradisional & jangkauan penjualannya pun masih terbatas. Berawal dari sinilah, FlowerAdvisor bertekad untuk membawa bisnis bunga ini ke ranah Internasional.

    Bekerja sama dengan ribuan toko bunga di banyak negara, FlowerAdvisor dapat mengirimkan bunga ke 100 negara di dunia. Kemudahan transaksi & jangkauannya yg luas menjadi andalan untuk memasuki rancah bisnis online.

    Berdirinya startup yg bermain di dunia bunga tidak lantas mematikan toko-toko bunga lokal. Justru dengan menghubungkan konsumen dengan toko bunga lokal, mereka akan terbantu dengan bertambahnya order setiap hari. Merasa bisnis bunga tradisional dapat berkembang di dunia online, Willy bertekad untuk membuat perubahan.
    Mengejar passion
    Mungkin sebagian besar orang masih merasa aneh melihat seorang laki-laki berbisnis bunga, namun saya menyukainya & memutuskan untuk mengejar passion. ujar Willy.

    Tidak ada perjalanan yg selamanya mulus & mudah, apalagi dalam membangun sebuah startup. Willy juga tidak menampik hal itu. Pasti awalnya sulit, & perjalanan ke depannya jauh lebih sulit lagi. Namun, satu saran dari saya adalah do what you love, katanya.

    Willy menambahakan, dengan mengejar passion , alam bawah sadar kita akan memberikan usaha terbaik kita untuk sukses. Lalu setelah tahu apa passion kita, apa yg harus dilakukan?

    Mulailah untuk mencari tahu lebih dalam mengenai hal tersebut & dapatkan pengalaman sebanyak mungkin. Hal itu akan membantu kita untuk melangkah ke depannya, tutur Willy. Lebih lanjut ia mengatakan kebanyakan masalah orang yg ingin membangun startup adalah banyak ide & rencana yg sudah ada di kepala, tetapi tidak berani untuk memulai.

    Give 110% for it, karena waktu tidak akan pernah bisa terulang, & tidak selamanya kita memiliki kesempatan kedua. Lakukan yg terbaik yg bisa kita lakukan agar tidak ada penyesalan, jelasnya.
    Soal hasil akhir…
    Bagaiamana jika kamu telah berusaha namun akhirnya tetap gagal? Jika kita gagal, Willy menekankan bila kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Sesungguhnya setiap kegagalan adalah kesempatan bagi kita untuk belajar & berkembang. Tidak ada tindakan yg sia-sia, pilihannya hanyalah sukses / belajar. tuturnya.

    Ia menambahkan, tentunya saat usaha kita sudah mulai berjalan, masih akan banyak rintangan yg harus dihadapi. Menjadi founder tidaklah semudah yg dibayangkan. Kita harus mampu menyatukan visi misi rekan tim, mengambil keputusan yg tepat di titik tertinggi & terendah startup, serta memiliki mental yg kuat untuk beradaptasi di dunia startup yg dinamis.

    Singkatnya, kita diharapkan untuk menjadi superman.

    Willy mencontohkan ketika salah satu kurir pengantar barang sedang sakit & tidak ada yg bisa menggantikan, kita harus siap untuk menjadi kurir pengganti. Intinya siap dengan apa pun. ujarnya.

    Di akhir presentasi, Willy juga menekankan untuk tidak mengutamakan uang bila sudah memutuskan mendirikan startup. Pikirkan apa yg dapat mempermudah & meningkatkan kualitas hidup orang, profit akan dengan sendirinya mengikuti, tandasnya.
    Baca Juga: Mengapa Jurusan Kuliah Kamu Tidaklah Penting di Dunia Startup

    Bagi kamu mahasiswa yg tertarik dengan Campus Visit & ingin menjadi bagian dari komunitas ini, kami mempersilakan kamu untuk bergabung ke dalam grup Facebook Tech in Asia Campus Visit. Dalam grup ini, kamu akan bertemu dengan mahasiswa lainnya yg berjiwa entrepreneur & dapat saling berbagi informasi yg menarik & berguna.

    (Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page