Y Combinator, pengaruhnya terhadap Ketimpangan Ekonomi

Discussion in 'Berita Online' started by Ophelia, Jan 13, 2016.

Discuss Y Combinator, pengaruhnya terhadap Ketimpangan Ekonomi in the Berita Online area at Nyit-Nyit.Net

  1. Ophelia Game Maniacs Journalist

    Messages:
    6,756
    Likes Received:
    22
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Jika kamu sedang mencari opini kontroversial untuk mengawali awal tahun, duduk yg manis. Karena pendiri Y Combinator (YC), Paul Graham, telah menyampaikannya.

    Saya menjadi lebih piawai dalam mencari cara bagaimana meningkatkan ketimpangan ekonomi, & saya telah bekerja keras dalam satu dekade terakhir ini untuk mencari jawabannya. Bukan hanya dengan membantu 2.400 founder yg telah YC danai. Saya juga menulis esai yg mengajak orang-orang untuk memperlebar ketimpangan ekonomi & memberitahukan secara rinci bagaimana caranya.

    Dia menambahkan:

    Saat saya mendengar orang-orang berkata bahwa ketimpangan ekonomi berdampak buruk & harus dihilangkan, saya merasa bak binatang buas yg mendengar sayup-sayup percakapan para pemburu. Namun, hal paling mengganjal dari percakapan mereka adalah bahwa ternyata mereka sangat kebingungan. Mereka tampak ragu, apakah akan memburu saya / tidak.

    Diskusi mengenai ketimpangan ekonomi bukan hal baru bagi para pembaca setia esai Paul. Tulisan teranyar ini menjabarkan pandangannya secara lebih mendalam, namun tak terlihat adanya perbedaan berarti jika dibandingkan dengan perspektifnya yg ditulis pada tahun 2004 / 2005.
    [​IMG]Perkenalkan, Paul Graham pendiri Y Combinator

    Esai yg ia tulis membuat orang-orang brilian di luar sana mengerutkan kening, Paulmenghasilkan begitu banyak poin-poin bagus dalam tulisannya yg menantang sekaligus memancing kita untuk berpikir. Meskipun tulisannya tidaklah sempurna.

    Pernyataannya mengenai YC yg dianggap memperlebar ketimpangan ekonomi terdengar janggal bagi saya. Pasalnya untuk memberi pendanaan bagi perusahaan maupun pendiri startup, Y Combinator didesain untuk mempersempit ketimpangan ekonomi.

    Coba bayangkan seorang perajin kayu. Dalam esainya, Paulmenggunakan konsep penebang kayu untuk mengilustrasikan bagaimana ketimpangan ekonomi dianggap sebagai dampak dari menciptakan hidup yg sejahtera. Jika Jane menghasilkan lima kursi & Steve menghasilkan nol, maka Jane memperoleh kesejahteraan bagi dirinya & ketimpangan ekonomi dengan Steve.

    Contoh ini sepenuhnya bersifat kuantitatif & mengabaikan aspek kualitatif, bahwa kalau kamu ingin menjadi penebang kayu yg sukses, kamu memerlukan:

    1. Akses untuk mendapatkan pendidikan membuat kerajinan kayu
    2. Akses terhadap sumber daya utama (kayu) dengan harga yg murah
    3. Akses terhadap lingkungan yg aman, bebas dari rayap

    Nomor 1 & 3 memerlukan keahlian khusus dalam ekonomi, sedangkan untuk nomor 2 memerlukan penjual kayu yg menjual bahan mentah dengan harga pasaran. Jika melewatkan salah satu poin di atas, calon perajin kayu akan bekerja di lingkungan yg secara ekonomi tidak menguntungkan. Mereka pun akan menghadapi situasi yg sangat sulit untuk memperoleh kesejahteraan.

    Sebagai contoh, mungkin sesungguhnya Steve menghasilkan tiga kursi. Jika rayap muncul & memakan kursinya yg terbuat dari kayu itu, maka Steve menghasilkan nol kursi. Ia gagal memperoleh kesejahteraan & saat ini kemungkinan besar ia sedang terlilit hutang, karena ia harus membayar kayu tersebut.

    Nah, sekarang kita ganti penebang kayu denganfounder startup:

    Untuk menjadi pendiri startup yg sukses, kamu perlu:

    1. Akses terhadap pendidikan mengenai cara membangun & mengembangkan startup
    2. Akses terhadap sumber daya utama (modal finansial) dengan ekuitas yg tidak merugikan
    3. Akses terhadap lingkungan yg aman, bebas dari orang-orang yg merugikan

    Sama halnya seperti penebang kayu. Jika melewatkan salah satu poin di atas, calon pendiri startup otomatis bekerja di lingkungan yg secara ekonomi tidak menguntungkan. Mereka pun akan kesulitan untuk memperoleh kesuksesan.

    Bicara soal tiga poin di atas, apakah mengingatkan kamu terhadap sesuatu? Harusnya begitu, karena pada dasarnya itulah yg Y Combinator tawarkan bagi startup. Sumber pendidikan nomor satu (Office Hours), modal yg masuk akal ($120 ribu / sekitar Rp1,65 miliar untuk 7 persen ekuitas bagi YC), & lingkungan yg mendukung (Mountain View)

    Inilah yg membuat esai Paulbegitu membingungkandi saat ia membangun citra sebagai penggagas ketimpangan ekonomi, YC dianggap sebagai gebrakan yg luar biasa untuk mengurangi ketimpangan ekonomi. YC menyediakan bantuan bagi pada pendiri startup & menghilangkan batasan dalam meraih peluang & mendapatkan sumber daya.

    Bahkan, YC memberikan video tentang bagaimana langkah awal dalam membangun startup secara gratis & juga mengadakan Open Office Hours untuk membantu para pendiri startup yg tidak tergabung dengan mereka.

    Saya tak mengerti mengapa Paul Graham mengabaikan aspek kualitatif terhadap ketimpangan ekonomi. Seperti yg ia & Y Combinator tunjukkan selama bertahun-tahun, jika kamu ingin seorang perajin kayu memperoleh kesejahteraan, kamu harus menyediakan lingkungan yg tepat baginya. Dan, jika ada cukup banyak orang yg mendapatkan akses terhadap lingkungan tersebut, mungkin kamu dapat menciptakan sesuatu yg spesial.

    Misalnya, seperti Silicon Valley.
    Baca juga: Y Combinator Selenggarakan Startup School di Asia, Ingin Jaring Lebih Banyak Founder di Kawasan Ini

    (Diterjemahkan oleh Faisal Bosnia & diedit oleh Fadly Yanuar Iriansyah)

    Dikutip dari sini
     

    Gunakan jasa Rekber N3 untuk menjamin jual beli anda atau menghindari penipuan dengan meng klik disini

Share This Page